Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa
kepada Tuhan untuk memberikan saya
pasangan, "Engkau tidak memiliki
pasangan karena engkau tidak
memintanya", Tuhan menjawab.
Tidak hanya saya meminta kepada
Tuhan,seraya menjelaskan kriteria
pasangan yang saya inginkan. Saya
menginginkan pasangan yang baik
hati,lembut, mudah mengampuni, hangat,
jujur, penuh dengan damai dan
sukacita, murah hati, penuh
pengertian, pintar, humoris,
penuhperhatian. Saya bahkan memberikan
kriteria pasangan tersebut secara
fisik yang selama ini saya impikan.
Sejalan dengan berlalunya waktu,saya
menambahkan daftar kriteria yang saya
inginkan dalam pasangan saya. Suatu
malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam
hati saya, "HambaKu, Aku tidak dapat
memberikan apa yang engkau inginkan."
Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan
Ia! menjawab, "Karena Aku adalah Tuhan
dan Aku adalah Adil. Aku adalah
Kebenaran dan segala yang Aku lakukan
adalah benar."
Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak
mengerti mengapa aku tidak dapat
memperoleh apa yang aku pinta dariMu?"
Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskan
kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan
dan ketidakbenaran bagiKu untuk
memenuhi keinginanmu karena Aku tidak
dapat memberikan sesuatu yang bukan
seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu
untukmemberikan seseorang yang penuh
dengan cinta dan kasih kepadamu jika
terkadang engkau masih kasar; atau
memberikan seseorang yang pemurah
tetapi engkau masih kejam; atau
seseorang yang mudah mengampuni,
tetapi engkau sendiri masih suka
menyimpan dendam; seseorang yang
sensitif, namun engkau sendiri
tidak..."
Kemudian Ia berkata kepada
saya, "Adalah lebih baik jika Aku
memberikan
kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat
menumbuhkan segala kualitas yang
engkau cari selama ini daripada
membuat engkau membuang waktu mencari
seseorang yang sudah mempunyai semua
itu. Pasanganmu akan berasal dari
tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan
melihat dirimu sendiri di dalam
dirinya dan kalian berdua akan menjadi
satu. Pernikahan adalah seperti
sekolah, suatu pendidikan jangka
panjang. Pernikahan adalah tempat
dimana engkau dan pasanganmu akan
saling menyesuaikan diri dan tidak
hanya bertujuan untuk menyenangkan
hati satu sama lain, tetapi untuk
menjadikan kalian manusia yang lebih
baik, dan membuat suatu kerjasama yang
solid.
Aku tidak memberikan pasangan yang
sempurna karena engkau tidak sempurna.
Aku memberikanmu seseorang yang dapat
bertumbuh bersamamu".
Ini untuk : yang baru saja menikah,
yang sudah menikah, yang akan menikah
dan yang sedang mencari, khususnya
yang sedang mencari.
J I K A........
Jika kamu memancing ikan.....
Setelah ikan itu terikat di mata kail,
hendaklah kamu mengambil
Ikan itu.....
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia
semula ke dalam air begitu saja....
Karena ia akan sakit oleh karena
bisanya ketajaman mata kailmu dan
mungkin ia akan menderita selagi ia
masih hidup.
Begitulah juga setelah kamu memberi
banyak pengharapan kepada
seseorang... .
Setelah ia mulai menyayangimu
hendaklah kamu menjaga hatinya.....
Janganlah sesekali kamu
meninggalkannya begitu saja......
Karena ia akan terluka oleh kenangan
bersamamu dan mungkin tidak dapat
melupakan segalanya selagi dia
mengingat... ..
Jika kamu menadah air biarlah berpada,
jangan terlalu mengharap pada
takungannya dan janganlah menganggap
ia begitu teguh......cukuplah sekadar
keperluanmu. ......
Apabila sekali ia retak......tentu
sukar untuk kamu menambalnya
semula......
Akhirnya ia dibuang..... .
Sedangkan jika kamu coba
memperbaikinya mungkin ia masih dapat
dipergunakan lagi.....
Begitu juga jika kamumemiliki
seseorang, terimalah seadanya.... .
Janganlah kamu terlalu mengaguminya
dan janganlah kamu menganggapnya
Begitu istimewa.... .
Anggaplah ia manusia biasa.
Apabila sekali ia melakukan kesilapan
bukan mudah bagi kamu untuk
menerimanya. ....akhirnya kamu kecewa
dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh
jadi hubungan kamu akan terus
Hingga ke akhirnya.... .
Jika kamu telah memiliki sepinggan
nasi.....yang pasti baik untuk dirimu.
Mengenyangkan. Berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah, coba mencari
makanan yang lain....
Terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu
tidak boleh memakannya. kamu akan
menyesal.
Begitu juga jika kamu telah bertemu
dengan seorang insan....yang membawa
kebaikan kepada dirimu. Menyayangimu.
Mengasihimu. Mengapa kamu berlengah,
coba bandingkannya dengan yang lain.
Terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan kehilangannya;
apabila dia menjadi milik orang Lain
kamu juga akan menyesal.
Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 September 2010
Senin, 26 Juli 2010
Ya Allah…
Seandainya telah Engkau catatkan…
Dia milikku tercipta buatku…
Satukan hatinya dan hatiku…
Titipkan kebahagian antara kami…
Agar kemesraan itu abadi…
Ya Allah…
Ya Tuhanku yang Maha Mengasihi…
Seiringkanlah kami melayari hidup ini…
Ketepian yang sejahtera dan abadi…
Maka jodohkanlah kami…
Tetapi Ya Allah…
Seandainya telah Engkau takdirkan
Dia bukan milikku…
Bawalah dia jauh dari pandanganku…
Luputkan dia dari ingatanku…
Dan peliharalah aku dari kekecewaan…
Ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…
Berikanlah aku kekuatan…
Menolak bayangnya jauh ke dada langit…
Hilang bersama senja yang merah…
Agarku sentiasa tenang…
Walaupun tanpa bersama dengannya…
Ya Allah yang tercinta…
Pasrahkanlah aku dengan takdir-Mu…
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik untukku…
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui…
Segala yang terbaik buat hamba-Mu ini…
Ya Allah…
Cukuplah Engkau sahaja yang menjadi pemeliharaanku…
Di dunia dan di akhirat…
Dengarkanlah rintihan dari hamba-Mu yang daif ini…
Janganlah Engkau biarkan aku sendirian…
Di dunia ini mahupun di akhirat…
Menjuruskan aku kearah kemaksiatan dan kemungkaran…
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman…
Agar aku dan dia sama-sama dapat
Membina kesejahteraan hidup…
Ke jalan yang Engkau redhai…
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh dan solehah…
Ya Allah…
Berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan akhirat…
Dan peliharalah kami dari azab api neraka…
Amin…amin…Ya Rabbal ‘aalamin.
Seandainya telah Engkau catatkan…
Dia milikku tercipta buatku…
Satukan hatinya dan hatiku…
Titipkan kebahagian antara kami…
Agar kemesraan itu abadi…
Ya Allah…
Ya Tuhanku yang Maha Mengasihi…
Seiringkanlah kami melayari hidup ini…
Ketepian yang sejahtera dan abadi…
Maka jodohkanlah kami…
Tetapi Ya Allah…
Seandainya telah Engkau takdirkan
Dia bukan milikku…
Bawalah dia jauh dari pandanganku…
Luputkan dia dari ingatanku…
Dan peliharalah aku dari kekecewaan…
Ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…
Berikanlah aku kekuatan…
Menolak bayangnya jauh ke dada langit…
Hilang bersama senja yang merah…
Agarku sentiasa tenang…
Walaupun tanpa bersama dengannya…
Ya Allah yang tercinta…
Pasrahkanlah aku dengan takdir-Mu…
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik untukku…
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui…
Segala yang terbaik buat hamba-Mu ini…
Ya Allah…
Cukuplah Engkau sahaja yang menjadi pemeliharaanku…
Di dunia dan di akhirat…
Dengarkanlah rintihan dari hamba-Mu yang daif ini…
Janganlah Engkau biarkan aku sendirian…
Di dunia ini mahupun di akhirat…
Menjuruskan aku kearah kemaksiatan dan kemungkaran…
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman…
Agar aku dan dia sama-sama dapat
Membina kesejahteraan hidup…
Ke jalan yang Engkau redhai…
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh dan solehah…
Ya Allah…
Berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan akhirat…
Dan peliharalah kami dari azab api neraka…
Amin…amin…Ya Rabbal ‘aalamin.
Jumat, 08 Januari 2010
Rindu Ku
Ku percaya
Kau tahu apa yang ku rasa
Ku yakin kau mengerti
Kemana ku ingin hati bermuara
Walaupun tak pernah ku katakan
Semuanya tak pernah ku unggkapkan
Ku hanya mahu kau mengerti
Mengerti segala tentang aku
Beginilah diri ini
Dengan segala kekuranganku
Aku dengan keterbasanku
Duhai kasih
Berlabuhlah di samudera ini
Tanpa ada batasannya
Menyelam diruang kalbu
Dan ku dapati jernih hati ini
Mengalir menyejukkan
Duhai kasih
Izinkan ku mengerti hatimu
Hadhirnya teguh dan setia
Langkah tak akan membawa duka
Kerana cinta ikhlas ini
Ia datang membawa bahagia
Di bumi kuberdiri
Dipayungi langit nan tinggi
Kumencari cinta sejati
Yang kekal dan abadi
Dan kupasti cinta itu
Hanya pada-Mu oh Tuhanku
Tertumpahnya segala rindu
Yang kudus seputih salju
Jika tiada kasih dan rindu
Pada-Mu oh Tuhan Yang Satu
Dunia yang indah terbentang luas
Bagai dirundung awan hitam
Namun hamba insan lara
Terbias jua cinta dunia
Yang palsu dan memperdaya
Semoga kasih dan rindu itu
Kan bersatu di dalam kalbu
Merimbun mekar di hati
Seharum wangian kasturi
Kau tahu apa yang ku rasa
Ku yakin kau mengerti
Kemana ku ingin hati bermuara
Walaupun tak pernah ku katakan
Semuanya tak pernah ku unggkapkan
Ku hanya mahu kau mengerti
Mengerti segala tentang aku
Beginilah diri ini
Dengan segala kekuranganku
Aku dengan keterbasanku
Duhai kasih
Berlabuhlah di samudera ini
Tanpa ada batasannya
Menyelam diruang kalbu
Dan ku dapati jernih hati ini
Mengalir menyejukkan
Duhai kasih
Izinkan ku mengerti hatimu
Hadhirnya teguh dan setia
Langkah tak akan membawa duka
Kerana cinta ikhlas ini
Ia datang membawa bahagia
Di bumi kuberdiri
Dipayungi langit nan tinggi
Kumencari cinta sejati
Yang kekal dan abadi
Dan kupasti cinta itu
Hanya pada-Mu oh Tuhanku
Tertumpahnya segala rindu
Yang kudus seputih salju
Jika tiada kasih dan rindu
Pada-Mu oh Tuhan Yang Satu
Dunia yang indah terbentang luas
Bagai dirundung awan hitam
Namun hamba insan lara
Terbias jua cinta dunia
Yang palsu dan memperdaya
Semoga kasih dan rindu itu
Kan bersatu di dalam kalbu
Merimbun mekar di hati
Seharum wangian kasturi
Selasa, 05 Januari 2010
Doa Awal Tahun
Ya Allah jadikanlah aku sebagai seorang hamba yang memiliki cinta yang luas.
Yang mampu melihat kehidupan dengan cinta,
Yang selalu berusaha untuk menjalani perputaran kehidupan yang Engkau berikan kesadaran kedalamnya dengan cinta, setiap hari.
Yang selalu resah dengan penyimpangan yang hamba lakukan. Yang selalu tergerak hatinya untuk membelanjakan hartanya, meskipun hamba sendiri tidak berharta lebih, untuk meringankan beban saudara-saudara hamba.
Ya Allah jadikanlah aku sebagai seorang hamba dengan cinta yang lahir dari kerja keras untuk menjaga rasa sayang-Mu untukku.
Yang selalu membingkai kehidupannya dengan frame cinta yang hakiki.
Yang selalu berpikir bahwa masalah terbesarnya adalah jika Engkau murka dengan semua rasa dan amalnya.
Yang selalu merasa bahwa kebahagiaan terbesarnya adalah ketika Engkau merahmati perasaan dan amalnya.
Yang ketika aku jatuh cinta, cinta itu akan membawaku kepada ketaatan.
Yang ketika aku jatuh cinta, cinta itu menghantarkanku kepada amalan-amalan yang membuat Engkau semakin cinta kepadaku.
Yang ketika aku jatuh cinta, cinta itu membentengiku dari perbuatan ingkar dan penyimpangan.
Ya Allah hantarkan hamba kepada kehidupan yang berkah dan penuh rahmat,
Tumbuhkembangkan perasaan hamba hanya dalam bingkai ketaatan,
Ikatkanlah selalu komitmen untuk menjaga hak-hak- Mu di dalam cinta, ketika cinta lawan jenis hadir dalam diri hamba.
Jadikan aku sebagai hamba yang selalu mempersembahkan cinta untuk orang yang memberi hamba jaminan cinta itu berkah dan penuh rahmat.
Jadikan aku sebagai hamba yang selalu menjalankan cinta tersebut dengan muraqobah yang ketat.
Yakinkan hamba bahwa Engkau akan memberikan pendamping yang baik sesuai kualitas kebaikan diri hamba.
Ya Allah hindarkan hamba dari cinta yang dusta,
Dekatkan hamba pada cinta yang berlindung dengan pernyataan bahwa Engkau tahu niat hamba baik, tapi kemudian melakukan penyimpangan amal.
Jauhkan hamba dari cinta yang bisu dari pernyataan taushiah dan tuli dari bisikan kebaikan.
Jauhkan hamba dari cinta yang melenakan dan menjerumuskan kepada kehidupan yang meresahkan.
Jauhkan hamba dari cinta yang sekedar diobral dengan hiasan kemaksiatan dan sekedar mengejar sebuah tuntutan sosial.
Jadikan cinta dalam hati hamba cinta yang terang seterang matahari. Cinta yang penuh dengan ketulusan dan bukan basa-basi.
Cinta yang bukan sekedar kedekatan, melainkan juga tanggung jawab. Cinta yang bukan sekedar romantika dunia, melainkan senandung mulia penduduk langit.
Jelas, terang, dan tidak ada sedikit pun yang disembunyikan.
Tetapkan cinta dalam hati hamba selalu berada dalam tingkatan ketaatan-Mu, Rasul-Mu, serta Perjuangan yang dirindukan dan Engkau Ridoi,
Anugrahkan hamba pasangan hidup yang menyejukkan pandangan, serta anak-anak saleh dan salehah sebagai bunga dan buahnya.
Cinta tulus, cinta murni, cinta yang hidup dan menghidupkan.
Itu saja Ya Rabb...
Dalam tenang ku memohon hanya kepadaMu...
Karena kutahu Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan Doa...Amin..
Yang mampu melihat kehidupan dengan cinta,
Yang selalu berusaha untuk menjalani perputaran kehidupan yang Engkau berikan kesadaran kedalamnya dengan cinta, setiap hari.
Yang selalu resah dengan penyimpangan yang hamba lakukan. Yang selalu tergerak hatinya untuk membelanjakan hartanya, meskipun hamba sendiri tidak berharta lebih, untuk meringankan beban saudara-saudara hamba.
Ya Allah jadikanlah aku sebagai seorang hamba dengan cinta yang lahir dari kerja keras untuk menjaga rasa sayang-Mu untukku.
Yang selalu membingkai kehidupannya dengan frame cinta yang hakiki.
Yang selalu berpikir bahwa masalah terbesarnya adalah jika Engkau murka dengan semua rasa dan amalnya.
Yang selalu merasa bahwa kebahagiaan terbesarnya adalah ketika Engkau merahmati perasaan dan amalnya.
Yang ketika aku jatuh cinta, cinta itu akan membawaku kepada ketaatan.
Yang ketika aku jatuh cinta, cinta itu menghantarkanku kepada amalan-amalan yang membuat Engkau semakin cinta kepadaku.
Yang ketika aku jatuh cinta, cinta itu membentengiku dari perbuatan ingkar dan penyimpangan.
Ya Allah hantarkan hamba kepada kehidupan yang berkah dan penuh rahmat,
Tumbuhkembangkan perasaan hamba hanya dalam bingkai ketaatan,
Ikatkanlah selalu komitmen untuk menjaga hak-hak- Mu di dalam cinta, ketika cinta lawan jenis hadir dalam diri hamba.
Jadikan aku sebagai hamba yang selalu mempersembahkan cinta untuk orang yang memberi hamba jaminan cinta itu berkah dan penuh rahmat.
Jadikan aku sebagai hamba yang selalu menjalankan cinta tersebut dengan muraqobah yang ketat.
Yakinkan hamba bahwa Engkau akan memberikan pendamping yang baik sesuai kualitas kebaikan diri hamba.
Ya Allah hindarkan hamba dari cinta yang dusta,
Dekatkan hamba pada cinta yang berlindung dengan pernyataan bahwa Engkau tahu niat hamba baik, tapi kemudian melakukan penyimpangan amal.
Jauhkan hamba dari cinta yang bisu dari pernyataan taushiah dan tuli dari bisikan kebaikan.
Jauhkan hamba dari cinta yang melenakan dan menjerumuskan kepada kehidupan yang meresahkan.
Jauhkan hamba dari cinta yang sekedar diobral dengan hiasan kemaksiatan dan sekedar mengejar sebuah tuntutan sosial.
Jadikan cinta dalam hati hamba cinta yang terang seterang matahari. Cinta yang penuh dengan ketulusan dan bukan basa-basi.
Cinta yang bukan sekedar kedekatan, melainkan juga tanggung jawab. Cinta yang bukan sekedar romantika dunia, melainkan senandung mulia penduduk langit.
Jelas, terang, dan tidak ada sedikit pun yang disembunyikan.
Tetapkan cinta dalam hati hamba selalu berada dalam tingkatan ketaatan-Mu, Rasul-Mu, serta Perjuangan yang dirindukan dan Engkau Ridoi,
Anugrahkan hamba pasangan hidup yang menyejukkan pandangan, serta anak-anak saleh dan salehah sebagai bunga dan buahnya.
Cinta tulus, cinta murni, cinta yang hidup dan menghidupkan.
Itu saja Ya Rabb...
Dalam tenang ku memohon hanya kepadaMu...
Karena kutahu Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan Doa...Amin..
Kamis, 17 Desember 2009
Sebuah kata bernama 'Maaf'
'Maaf' begitu mudah diucapkan
Tapi belum tentu dimengerti maknanya, esensinya.
"Kalau bersalah, mintalah 'maaf', dan jangan mengulangi lagi perbuatan salah yang sama."
Begitu seharusnya, jika mengerti makna, esensi dari sebuah kata, 'maaf'.
Dulu,
Tak mudah kata 'maaf', dan juga 'terimakasih', ini terucap, olehku. Tak tahu juga kenapa.
Mungkin karena gengsi, atau... mungkin karena adanya bawah kesadaran yang menyadari akan besar dan beratnya esensi kata - kata ini.
Tak mudah untuk mengucapkan kata 'maaf', kecuali dari hati, dengan sebuah 'janji' yang tak terucap untuk tak mengulangi lagi.
Bahkan rela untuk mengganti kata 'maaf' itu, dengan sesuatu yang lain, sebagai tanda keseriusan,
dan pengertian bahwa sebenarnya kata itu belum cukup untuk meminta maaf yang sebenarnya.
Akhir-akhir ini,
Sudah mulai berubah: sudah mulai mudah mengucapkan kata 'maaf'.
Sebuah kemajuan ???
Mulai sering sebuah kata 'maaf' terucap.
Tapi perbuatan yang sama masih juga terulang.
Sebenarnya saya mengerti esensi kata itu,
tapi...
selalu ada yang menyebabkan akhirnya terjatuh dan mengulangi perbuatan yang salah itu.
Haruskah 'maaf' terucap lagi ?
Untuk kesekian kalinya.
Saya takut, 'maaf' 'memaafkan' ini hanya akan menjadi sebuah rutinitas tanpa makna.
Saya takut, 'maaf' 'memaafkan' ini hanya akan membuat hati menjadi bebal akan esensi kata 'maaf' yang seharusnya tidak seringan mengucapkannya.
Yang parah, kalo hati akhirnya menjadi bebal; Takut akan merusak bagian2 hati yang lainnya.
Takut hati ini tak lagi peka, mengeras, berkarat. Takut...
Mana yang harus dikorbankan?
Kemurnian hati, ataukah sekedar formalitas untuk membuat keadaan menjadi 'terlihat' baik-baik saja?
Jika masih tetap begini, mungkin harus mengorbankan salah satu...
Tapi masih tak rela untuk mengorbankan hatiku...
Tapi belum tentu dimengerti maknanya, esensinya.
"Kalau bersalah, mintalah 'maaf', dan jangan mengulangi lagi perbuatan salah yang sama."
Begitu seharusnya, jika mengerti makna, esensi dari sebuah kata, 'maaf'.
Dulu,
Tak mudah kata 'maaf', dan juga 'terimakasih', ini terucap, olehku. Tak tahu juga kenapa.
Mungkin karena gengsi, atau... mungkin karena adanya bawah kesadaran yang menyadari akan besar dan beratnya esensi kata - kata ini.
Tak mudah untuk mengucapkan kata 'maaf', kecuali dari hati, dengan sebuah 'janji' yang tak terucap untuk tak mengulangi lagi.
Bahkan rela untuk mengganti kata 'maaf' itu, dengan sesuatu yang lain, sebagai tanda keseriusan,
dan pengertian bahwa sebenarnya kata itu belum cukup untuk meminta maaf yang sebenarnya.
Akhir-akhir ini,
Sudah mulai berubah: sudah mulai mudah mengucapkan kata 'maaf'.
Sebuah kemajuan ???
Mulai sering sebuah kata 'maaf' terucap.
Tapi perbuatan yang sama masih juga terulang.
Sebenarnya saya mengerti esensi kata itu,
tapi...
selalu ada yang menyebabkan akhirnya terjatuh dan mengulangi perbuatan yang salah itu.
Haruskah 'maaf' terucap lagi ?
Untuk kesekian kalinya.
Saya takut, 'maaf' 'memaafkan' ini hanya akan menjadi sebuah rutinitas tanpa makna.
Saya takut, 'maaf' 'memaafkan' ini hanya akan membuat hati menjadi bebal akan esensi kata 'maaf' yang seharusnya tidak seringan mengucapkannya.
Yang parah, kalo hati akhirnya menjadi bebal; Takut akan merusak bagian2 hati yang lainnya.
Takut hati ini tak lagi peka, mengeras, berkarat. Takut...
Mana yang harus dikorbankan?
Kemurnian hati, ataukah sekedar formalitas untuk membuat keadaan menjadi 'terlihat' baik-baik saja?
Jika masih tetap begini, mungkin harus mengorbankan salah satu...
Tapi masih tak rela untuk mengorbankan hatiku...
Minggu, 13 Desember 2009
Wanita memang susah....
Jika dikatakan cantik maka dikira menggoda..,
Jika dibilang jelek maka disangka menghina..,
Jika dikatakan ia perhiasan terindah di dunia,ia bangga,
Jika, apapun "perhiasan yg berharga" itu layak
ditutupi dan disembunyikan ia setuju..(supaya terjaga)
tapi bila disuruh menutup "perhiasannya/kecantikannya"
maka dia enggan...,
Bila dilecehkan ia menyalahkan sepenuhnya pria..!
Jika dikatakan siapa yg paling dibanggakan olehnya, kebanyakan bilang "ibunya",
Tapi kenapa ya..lebih bangga jadi wanita karier..
(padahal ibunya "ibu rumah tangga")
Bila diluruskan supaya bener memerah mukanya,
marah, sambil bilang "sok bener lo!"
Bila diingetin tetep memerah mukanya, marah juga rupanya, sambil bilang "sok tau lo!"
Bila dimanja dan disanjung..??
eh, tetep memerah mukanya, kali ini tersipu malu, sambil bilang "ah, masa?"
Inginnya dibilang emansipasi..., tapi kegerahan dibilang "macho",
Maunya disamakan dg pria.., tapi menolak untuk benerin genteng rumah!, sambil bilang, "masa disamakan sama cowok!?"
Bila dibilang lemah dia protes...
Jika pacarnya tidak mau antar pulang dia bilang keterlaluan,
maunya diperlakukan sama dg pria.., tapi
kesel nggak dikasih tempat duduk di bis kota oleh pria disampingnya (dan bilang "egois amat ni cowok?")
bila dikatakan kuat itu maunya.., tapi bila sedikit bersedih ia cepet menangis...,
Tapi.... Wanita adalah wanita..
Dan wanita bukan perempuan atau cewek semata...,
Tapi bagaimanapun juga aku suka wanita! (swear..)
Men say,
YANG TIDAK MERASA BERARTI TIDAK PROTES!
DAN YANG MERASA PASTI DIEM. (hayoo!!)
Pria Memang Susah..........
Pria memang susah untuk dibuat bahagia:
Jika kamu memperlakukannya dengan baik.., dia piker kamu jatuh cinta kepadanya.
Jika tidak, kamu akan dibilang sombong.
Jika kamu berpakaian bagus, dia pikir kamu sedang mencoba untuk menggodanya,
jika tidak dia bilang kamu kampungan.
Jika kamu berdebat dengannya, dia bilang kamu keras kepala,
jika kamu tetap diam, dia bilang kamu nggak punya otak.
Jika kamu lebih pintar dari pada dia, dia akan kehilangan muka,
jika dia yang lebih pintar, dia hebat.
Jika kamu tidak cinta padanya, dia akan mencoba mendapatkanmu,
jika kamu mencintainya, dia akan mencoba untuk meninggalkanmu.
Jika kamu beritahu dia masalah mu.. dia bilang kamu menyusahkan.
Jika tidak, dia bilang kamu tidak mempercayainya.
Jika kamu cerewet pada dia, kamu seperti seorang pengasuh baginya,
tapi jika dia yang cerewet pada kamu,itu karena dia perhatian.
Jika kamu langgar janji kamu, kamu tidak bisa dipercaya,
jika dia yang ingkari janjinya, dia melakukannya karena terpaksa.
Jika kamu merokok, kamu adalah cewek liar,
kalau dia yang merokok , dia adalah seorang gentleman.
Jika kamu menyakitinya, kamu sangat kejam,
tapi kalau dia yang menyakitimu,
itu karena kamu terlalu sensitif dan terlalu sulit untuk dibuat bahagia!!!!!
Jika kamu mengirimkan ini pada semua cowok atau cewek,
mereka pasti bersumpah kalau ini tidak benar,
tapi jika kamu tidak mengirimkan ini pada mereka,
mereka akan bilang kamu egois.
Jika dikatakan cantik maka dikira menggoda..,
Jika dibilang jelek maka disangka menghina..,
Jika dikatakan ia perhiasan terindah di dunia,ia bangga,
Jika, apapun "perhiasan yg berharga" itu layak
ditutupi dan disembunyikan ia setuju..(supaya terjaga)
tapi bila disuruh menutup "perhiasannya/kecantikannya"
maka dia enggan...,
Bila dilecehkan ia menyalahkan sepenuhnya pria..!
Jika dikatakan siapa yg paling dibanggakan olehnya, kebanyakan bilang "ibunya",
Tapi kenapa ya..lebih bangga jadi wanita karier..
(padahal ibunya "ibu rumah tangga")
Bila diluruskan supaya bener memerah mukanya,
marah, sambil bilang "sok bener lo!"
Bila diingetin tetep memerah mukanya, marah juga rupanya, sambil bilang "sok tau lo!"
Bila dimanja dan disanjung..??
eh, tetep memerah mukanya, kali ini tersipu malu, sambil bilang "ah, masa?"
Inginnya dibilang emansipasi..., tapi kegerahan dibilang "macho",
Maunya disamakan dg pria.., tapi menolak untuk benerin genteng rumah!, sambil bilang, "masa disamakan sama cowok!?"
Bila dibilang lemah dia protes...
Jika pacarnya tidak mau antar pulang dia bilang keterlaluan,
maunya diperlakukan sama dg pria.., tapi
kesel nggak dikasih tempat duduk di bis kota oleh pria disampingnya (dan bilang "egois amat ni cowok?")
bila dikatakan kuat itu maunya.., tapi bila sedikit bersedih ia cepet menangis...,
Tapi.... Wanita adalah wanita..
Dan wanita bukan perempuan atau cewek semata...,
Tapi bagaimanapun juga aku suka wanita! (swear..)
Men say,
YANG TIDAK MERASA BERARTI TIDAK PROTES!
DAN YANG MERASA PASTI DIEM. (hayoo!!)
Pria Memang Susah..........
Pria memang susah untuk dibuat bahagia:
Jika kamu memperlakukannya dengan baik.., dia piker kamu jatuh cinta kepadanya.
Jika tidak, kamu akan dibilang sombong.
Jika kamu berpakaian bagus, dia pikir kamu sedang mencoba untuk menggodanya,
jika tidak dia bilang kamu kampungan.
Jika kamu berdebat dengannya, dia bilang kamu keras kepala,
jika kamu tetap diam, dia bilang kamu nggak punya otak.
Jika kamu lebih pintar dari pada dia, dia akan kehilangan muka,
jika dia yang lebih pintar, dia hebat.
Jika kamu tidak cinta padanya, dia akan mencoba mendapatkanmu,
jika kamu mencintainya, dia akan mencoba untuk meninggalkanmu.
Jika kamu beritahu dia masalah mu.. dia bilang kamu menyusahkan.
Jika tidak, dia bilang kamu tidak mempercayainya.
Jika kamu cerewet pada dia, kamu seperti seorang pengasuh baginya,
tapi jika dia yang cerewet pada kamu,itu karena dia perhatian.
Jika kamu langgar janji kamu, kamu tidak bisa dipercaya,
jika dia yang ingkari janjinya, dia melakukannya karena terpaksa.
Jika kamu merokok, kamu adalah cewek liar,
kalau dia yang merokok , dia adalah seorang gentleman.
Jika kamu menyakitinya, kamu sangat kejam,
tapi kalau dia yang menyakitimu,
itu karena kamu terlalu sensitif dan terlalu sulit untuk dibuat bahagia!!!!!
Jika kamu mengirimkan ini pada semua cowok atau cewek,
mereka pasti bersumpah kalau ini tidak benar,
tapi jika kamu tidak mengirimkan ini pada mereka,
mereka akan bilang kamu egois.
Minggu, 04 Oktober 2009
'Maaf' begitu mudah diucapkan
Tapi belum tentu dimengerti maknanya, esensinya.
"Kalau bersalah, mintalah 'maaf', dan jangan mengulangi lagi perbuatan salah yang sama."
Begitu seharusnya, jika mengerti makna, esensi dari sebuah kata, 'maaf'.
Dulu,
Tak mudah kata 'maaf', dan juga 'terimakasih', ini terucap. Tak tahu juga kenapa.
Mungkin karena gengsi, atau...
... mungkin karena adanya bawah kesadaran yang menyadari akan besar dan beratnya esensi kata - kata ini.
Tak mudah untuk mengucapkan kata 'maaf', kecuali dari hati, dengan sebuah 'janji' yang tak terucap untuk tak mengulangi lagi.
Bahkan rela untuk mengganti kata 'maaf' itu, dengan sesuatu yang lain, sebagai tanda keseriusan,
dan pengertian bahwa sebenarnya kata itu belum cukup untuk meminta maaf yang sebenarnya.
Akhir-akhir ini,
Sudah mulai berubah: sudah mulai mudah mengucapkan kata 'maaf'.
Sebuah kemajuan ???
Mulai sering sebuah kata 'maaf' terucap.
Tapi perbuatan yang sama masih juga terulang.
Sebenarnya saya mengerti esensi kata itu,
tapi...
selalu ada yang menyebabkan akhirnya terjatuh dan mengulangi perbuatan yang salah itu.
Haruskah 'maaf' terucap lagi ?
Untuk kesekian kalinya.
Saya takut, 'maaf' 'memaafkan' ini hanya akan menjadi sebuah rutinitas tanpa makna.
Saya takut, 'maaf' 'memaafkan' ini hanya akan membuat hati menjadi bebal akan esensi kata 'maaf' yang seharusnya tidak seringan mengucapkannya.
Yang parah, kalo hati akhirnya menjadi bebal; Takut akan merusak bagian2 hati yang lainnya.
Takut hati ini tak lagi peka, mengeras, berkarat. Takut...
Mana yang harus dikorbankan?
Kemurnian hati, ataukah sekedar formalitas untuk membuat keadaan menjadi 'terlihat' baik-baik saja?
Jika masih tetap begini, mungkin harus mengorbankan salah satu...
Tapi masih tak rela untuk mengorbankan hatiku...
Tapi belum tentu dimengerti maknanya, esensinya.
"Kalau bersalah, mintalah 'maaf', dan jangan mengulangi lagi perbuatan salah yang sama."
Begitu seharusnya, jika mengerti makna, esensi dari sebuah kata, 'maaf'.
Dulu,
Tak mudah kata 'maaf', dan juga 'terimakasih', ini terucap. Tak tahu juga kenapa.
Mungkin karena gengsi, atau...
... mungkin karena adanya bawah kesadaran yang menyadari akan besar dan beratnya esensi kata - kata ini.
Tak mudah untuk mengucapkan kata 'maaf', kecuali dari hati, dengan sebuah 'janji' yang tak terucap untuk tak mengulangi lagi.
Bahkan rela untuk mengganti kata 'maaf' itu, dengan sesuatu yang lain, sebagai tanda keseriusan,
dan pengertian bahwa sebenarnya kata itu belum cukup untuk meminta maaf yang sebenarnya.
Akhir-akhir ini,
Sudah mulai berubah: sudah mulai mudah mengucapkan kata 'maaf'.
Sebuah kemajuan ???
Mulai sering sebuah kata 'maaf' terucap.
Tapi perbuatan yang sama masih juga terulang.
Sebenarnya saya mengerti esensi kata itu,
tapi...
selalu ada yang menyebabkan akhirnya terjatuh dan mengulangi perbuatan yang salah itu.
Haruskah 'maaf' terucap lagi ?
Untuk kesekian kalinya.
Saya takut, 'maaf' 'memaafkan' ini hanya akan menjadi sebuah rutinitas tanpa makna.
Saya takut, 'maaf' 'memaafkan' ini hanya akan membuat hati menjadi bebal akan esensi kata 'maaf' yang seharusnya tidak seringan mengucapkannya.
Yang parah, kalo hati akhirnya menjadi bebal; Takut akan merusak bagian2 hati yang lainnya.
Takut hati ini tak lagi peka, mengeras, berkarat. Takut...
Mana yang harus dikorbankan?
Kemurnian hati, ataukah sekedar formalitas untuk membuat keadaan menjadi 'terlihat' baik-baik saja?
Jika masih tetap begini, mungkin harus mengorbankan salah satu...
Tapi masih tak rela untuk mengorbankan hatiku...
Sabtu, 03 Oktober 2009
Poem Of Love Accounting
In the journal paper of my heart,
I have written a journal entry.
Debiting your love and your affection.
Darling you write the narration,
Your first love, I had already adjusted
On the ledger-folio column,
Any way our relations are true assets
On double-entry system
In addition, our love is true real and tangible
You debit-what comes in,
I credit-what goes out.
Your beauty is the capital of business.
My eyes are stock in trade.
Let us enter into transaction,
You secretly give me a trade discount,
I openly give you a cash discount
And thus my partner,
Our trading and profit-loss account will show super profit
My dear let us re-concile,
all our errors and total the trial balance of our affairs
arithmetically without maintaining any suspense account.
In the balance sheet of our life
Our children will be our true assets and liabilities
If they are boys, they will be our sundry debtors
If they are girls, they will be our sundry creditors
But if we have a boy and a girl,
Our balance sheet will tally automatically.
I have written a journal entry.
Debiting your love and your affection.
Darling you write the narration,
Your first love, I had already adjusted
On the ledger-folio column,
Any way our relations are true assets
On double-entry system
In addition, our love is true real and tangible
You debit-what comes in,
I credit-what goes out.
Your beauty is the capital of business.
My eyes are stock in trade.
Let us enter into transaction,
You secretly give me a trade discount,
I openly give you a cash discount
And thus my partner,
Our trading and profit-loss account will show super profit
My dear let us re-concile,
all our errors and total the trial balance of our affairs
arithmetically without maintaining any suspense account.
In the balance sheet of our life
Our children will be our true assets and liabilities
If they are boys, they will be our sundry debtors
If they are girls, they will be our sundry creditors
But if we have a boy and a girl,
Our balance sheet will tally automatically.
Jumat, 02 Oktober 2009
Aq minta pada ALLH setangkai bunga segar IA beri aq kaktus berduri
Aq minta pada ALLAH binatang mungil yang cantik IA beri aq ulat berbulu
Aq marah, sedih, protes dan kecewa betapa tidak adilnya ini………
Namun kemudian kaktus itu tumbuh dan berbunga, indah bahkan sangat indah
dan ulat itupun berubah menjadi kupu-kupu yang amat cantik………
Itulah jalan ALLAH indah pada waktunya, ALLAH tidak memberi apa yang kita harapkan tapi IA memberi apa yang kita perluikan,……..
Kadang kita sedih, kecewa dan terluka tapi jauh diatas segalanya IA sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita……
Jadi yakinlah semua cobaan yang kita hadapi adalah rangkayan kemulian yang sedang di persiapkan NYA untuk kita……….
Jangan cepat menyerah ubah kepahitan menjadi kebahagiaan…. Kamu berhak mendapatkan kebahagiaan itu, karena kebahagiaan itu milik semua orang jangan berlarut-larut dalam kesedihan karena perjalanan hidupmu masih panjang banyak yang bisa kamu lakuka……..
Kamu harus merasakan indahnya hidup ini, kamu g’ sendiri……. Kamu masih punya sahabat, sahabat yang selalu ada disampingmu mereka tidak akan pergi meninggalkanmu sahabat akan selalu menemenimu dalam suka dan dukamu sahabat akan selalu medengarkan cerita-ceritamu dan ia akan membantumu dalam menyelesaikan masalah-masalahmu,,,,,,,,
Kamu harus tegar karena wanita cantik melukiskan kekuatannya lewat masalahnya tersenyum saat tertekan, tertawa disaat hati sedang menangis mempesona karena memaafkan wanita cantik memberi tanpa mengharap imbalan dan bertambah kuat dalam doa dan pengharapan,,,,,,,,,
Aq minta pada ALLAH binatang mungil yang cantik IA beri aq ulat berbulu
Aq marah, sedih, protes dan kecewa betapa tidak adilnya ini………
Namun kemudian kaktus itu tumbuh dan berbunga, indah bahkan sangat indah
dan ulat itupun berubah menjadi kupu-kupu yang amat cantik………
Itulah jalan ALLAH indah pada waktunya, ALLAH tidak memberi apa yang kita harapkan tapi IA memberi apa yang kita perluikan,……..
Kadang kita sedih, kecewa dan terluka tapi jauh diatas segalanya IA sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita……
Jadi yakinlah semua cobaan yang kita hadapi adalah rangkayan kemulian yang sedang di persiapkan NYA untuk kita……….
Jangan cepat menyerah ubah kepahitan menjadi kebahagiaan…. Kamu berhak mendapatkan kebahagiaan itu, karena kebahagiaan itu milik semua orang jangan berlarut-larut dalam kesedihan karena perjalanan hidupmu masih panjang banyak yang bisa kamu lakuka……..
Kamu harus merasakan indahnya hidup ini, kamu g’ sendiri……. Kamu masih punya sahabat, sahabat yang selalu ada disampingmu mereka tidak akan pergi meninggalkanmu sahabat akan selalu menemenimu dalam suka dan dukamu sahabat akan selalu medengarkan cerita-ceritamu dan ia akan membantumu dalam menyelesaikan masalah-masalahmu,,,,,,,,
Kamu harus tegar karena wanita cantik melukiskan kekuatannya lewat masalahnya tersenyum saat tertekan, tertawa disaat hati sedang menangis mempesona karena memaafkan wanita cantik memberi tanpa mengharap imbalan dan bertambah kuat dalam doa dan pengharapan,,,,,,,,,
Langganan:
Postingan (Atom)